Featured

First blog post

This is the post excerpt.

Iklan

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

senjaku

Jika kau sedang menunggu seseorng dan dia lupa kembali padamu ingatlah ada senja yang lebih indah dari ia yang tidak pernah lupa untuk kembali.

Jika kau menunggu seseorng dan dia lupa kembali padamu ingatlah ada senja yang lebih indah dari ia yang tidak pernah lupa untuk kembali.

 

Danlestari, 300319.

Surabaya….

kau pewarna duniaku

Pekerjaanmu seketika kau singkirkan

Lelahmu kau lupakan

Kantukmu kau abaikan

Laparmu tak kau hiraukan

Gelapnya langit malam kau lawan

Sunyinya kegelapan malam kau taklukan

Hanya untuk datang memastikan melihatku makan

Memastikan aku sedang tidak marah sebab kau melupakan hari

Kau sungguh menyebalkan karena selalu datang menghampiriku dan menggagalkan drama ngambek manjaku kepadamu. Menyebalkan yang membuatku semakin tidak rela melepaskan lingkaran tanganku ditubuhmu kala kita bersama. Tidak rela aku merenggangkan lingkaran tanganku ditubuhmu sedikit saja sebab aku tahu jika aku merenggankan lingkaran tanganku ditubuhmu akan ada peluang untuk wanita lain memasuki renggangan-regangan tersebut.  Dan aku tidak akan pernah rela melepaskan dirimu jatuh dan cinta ke perempuan lain.

Sebab kau lebih  mampu mengisi hari-hari ku, mampu mewarnai hari-hariku penuh dengan keindahan yang menggemaskan. Tidak masalah sikap itu tidak kau singkirkan karena aku tahu kau tidak akan pernah marah pula dengan sikap gregetanku kepadamu ketika kau sedang kumat dengan sikap menyebalkan itu. Sikap menyebalkanmu yang membuatku gregetan biarkan saja jangan dipermasalahkan karena aku menerima satu paket kelebihan dan kekuranganmu. Terima kasih untuk sikap menyebalkanmu yang membuatku semakin tidak bisa melepasmu dari genggaman tanganku, tidak bisa melepaskan pelukan eratku ditubuhmu, tidak bisa membiarkanmu untuk tidak membasahi jiwa dan ragaku dengan kesejukan kasih sayangmu.

 

“Bersamamu melukis dunia, mewarnai hari, dan menciptakan sebuah cerita bersama untuk masa depan”

 

Danlestari, 280319

Surabaya….

 

Hari di 2019

Pagi ini langit begitu muram, ia tidak menampakan sedikit pun mentarinya untuk tersenyum kepada bumi. Mungkin langit sedang berada pada kondisi suasana yang tidak menyenangkan sehingga ia memurungkan diri dan tak menampakan senyuman mentarinya yang indah nan mempesona. Sejak tinggal di Surabaya /18 Januari 2019 lalu sampai sekarang aku sering menemui surabaya yang hujan dan genangan air dimana-mana dan untunglah my boarding house is good place jadi tidak kebanjiran mungkin hanya menggenang sedikit air saja di depan but still okey lah cause tidak terlalu tinggi genangannya…iya hanya semata kaki saja. Ya kini setelah perjalanan panjang akhirnya saya tinggal di surabaya.

Setalah berjuang melewati penjajahan LDR selama 2th lebih kini kami berjuang untuk bisa tinggal di kota yang sama agar tidak lagi terjajah oleh LDR dan yaa setelah beberapa hari bahkan minggu berlalu berkat bantuan seorang teman kami bisa tinggal di kota yang sama karena akhirnya aku bekerja di kota dimana Ia tinggal. Ada perasaan senang yang luar biasa karena akhirnya kami bisa selalu bersama-sama menikmati senja di pagi hari dan menikmati kerlap-kerlip langit malam surabaya bersama-sama. Menghabiskan satu hari dengan menikmati rasa indahnya malam yang sunyi nan gelap penuh dengan rasa birahi penuh dengan arogansi diri. Mensyukuri pagi yang bisa kita nikamti bersama dengan hembusan udara sejuk sehingga mengkondisikan dua insan yang telah lama berpisah selalu ingin menyatukan diri dengan balutan rasa kasih yang penuh cinta dan kelembutan.

Dan kini setelah tinggal di kota yang sama kami kembali berjuang…berjuang bersama melewati hari-hari dengan keadaan masih terpisah jarak untuk menuju ikrar suci di hari yang telah ditentukan. Untuk menuju itu semua butuh waktu, perjuangan, pengorbanan, pengertian, dan cinta agar bisa menuju tujuan dari akhir sebuah kisah LDR. Beruntung dan bersyukur karena kisah LDR kami berhasil dilalui sehingga kami masih selalu bersama dan akan tetap bersama, Menua, memutih hingga akhirnya akan ada yang meninggalkan terlebih dahulu. Aku selalu berkata dan kerap aku ulang kalimat tersebut kepadanya kelak jika kami sudah bersama dalam bahtera keluarga jangan pernah mencoba untuk meninggalkanku terlebih dulu meski aku mengetahui bahwa tidak ada yang tahu kapan waktu itu datang dan kepada siapa terlebih dahulu. Terima kasih untuk buah karma yang positif sehingga kami masih tetap bersama pada saat ini 27 Maret 2019.

 

“bersamamu menikmati masa muda berkembangku di tahun 2019”

Danlestari-Surabaya, 270319

 

Nona Manja dan dramatisnya

Ingin membenci namun aku belum pernah sangggup membenci. Mengabaikanmu adalah masalah tersulit yang ingin bisa aku lakukan. Marahku kepadamu tidak pernah bisa menghentikan perhatian penuh cinta dan sayangku padamu. Karena nyatanya memperhatikan dan mencintaimu adalah candu untukku setiap harinya. Sebesar apa pun amarahku karena sikapmu belum pernah mampu menggoyahkan inginku melewati hari menyambut usia senja. Sikapmu yang membuatku marah murka pun tak mampu merayu hatiku untuk melepasmu sebab aku terlanjur memilihmu sebagai teman hidupku.

Aku menerima semua sikapmu karena aku telah memilihmu bukan karena kau kekasihku. Sebab aku memilihmu untuk berkomitmen melewati hari demi hari hingga waktu itu tiba dan kau nyata menjadi teman hidupku melewati setiap senja yang datang dan hilang. Rindu selalu kutampakan ke permukaan agar kau tau bahwa setip hari bayangmu tidak pernah lepas dari sisiku. Kau harus tau pasti bahwa setiap rindu yang mucul ke permukaan adalah untukmu, sebab aku memilihmu untuk menjadi seseorang yang selalu kurindu.

Memilihmu untuk berkomitmen melewati hari demi hari hingga bayangku dan bayangmu menjadi nyata disisi. Berdamai dengan waktu, menaklukan setiap rasa yang menguncang hati adalah kebiasaan kita setiap hari karena saat ini aku dan kamu masih sama menjadi bayangan disisi. Kelak jika saat itu telah tiba maka kita akan menjadi nyata disisi dan semoga bayangan itu benar-benar kita hapuskan karena aku merasa cukup menjadi bayangan disisimu. Dan aku percaya kau pun merasa cukup menjadi bayangan disisiku maka saat kita telah menjadi nyata disisi mari benar-benar merealisasikan komitmen yang katanya aku adalah pilihan hidupmu untuk menjadi teman hidupmu dan aku akan menjadi teman hidupmu, menemanimu hingga aku menua tak lagi bisa membuka mata dan bernafas.

08.08.18/DanLestari/Tangerang

Nona manja yang cerewet dengan teman hidupnya

Diriku yang manja dan cerewet sudah kau kenal lama sejak saat itu hingga saat ini, kau mengenalku dengan baik setiap harinya. Setiap harinya kita selalu bersama meski hanya sekedar bersama dalam sebuah penantian yang belum berujung, bersama dalam sebuah perjuangan yang panjang. Perjalanan panjang yang aku lalui memaksakan kita menjauhkan raga dan itu tidak membuatmu gentar untuk tetap berjuang menungguku. Kamu tahu betul bagaimana sikapku yang manja dan cerewet setiap harinya, sikap manja dan cerewetku yang tidak pernah kau keluhkan.

Setiap harinya aku tidak membiarkanmu lolos dari pengetahuanku untuk sekedar mengabarkan pesan singkat kau sedang apa, dimana, bersama siapa dan engkau pun tidak pernah lupa untuk memberi pesan singkat setiap harinya. Entah itu benar kau ingin memberi kabar kepadaku atau sekedar kau takut aku ngomel karena kau meloloskan diri tidak memberikan kabar kepadaku, yang pasti kau selalu membuatku tenang dengan mengirimkan kabar singkatmu.

Tidak pagi, siang, sore, malam, atau bahkan dini hari kau selalu ada ketika aku meminta untuk menemaniku…lelahmu tidak pernah kau pikirkan hanya karena ingin membuatku senang dengan permintaan-permintaan manjaku. Tentu aku sangat senang, bahagia, bersyukur memiliki kekasih sepertimu namun dibalik itu semua ada beberapa pertanyaan yang aku pendam, aku sembunyikan, dan belum pernah berani aku ungkapkan secara tegas.

pertanyaan itu selalu terselip, tersembunyi, dan tidak sengaja sering teringat ketika malam mulai menyapa. Namun yang pasti segala pertanyaan yang terselip dan tersembunyi untukmu ini tidak pernah menghalangi berkembangnya perasaan senang, bahagia, bersyukurku memiliki kekasih yang hebat sepertimu.

250718/DanLestari/Tangerang

Ruang kotak berisi

Mentari begitu semangat memunculkan sinarnya sampai-sampai ia lupa bahwa terkadang bumi pun juga membutuhkan keredupan sinarnya. Pagi ini tidak seperti biasanya karena pagi ini aku laksana satpam yang mengawasi tamu masuk ke perumahan elit, ya saat ini aku sedang memperhatikan anak-anaku tersayang yang sedang melakukan ulangan umum semester genap. Disela-sela memperhatikan mereka kusempatkan untuk sedikit menarikan jemariku di tab mungil yang biasa kubawa kemana-mana untuk menjadi teman setia dikala sepi menemui diri dan dikala teman hidupku sedang sibuk bekerja.
Hari ini hari kedua anak-anaku mengikuti ulangan umum semester genap dan eeng ong eng ketika saya masuk mereka langsung berteriak iyesss …yang ngawas. Wajah mereka terlihat bahagia sumringah dan merasa lega setelah beberapa menit menanti-nanti sir/miss yang datang untuk menjadi pemerhati mereka. Mereka anak-anak yang baik mengerjakan soal dengan baik meskipun di jam-jam trkahir sedikit ramai dan berhubung saya pernah menjadi mereka mengikuti ulangan yang terkadang apa yang kita pelajari tidak keluar di soal ulangan juga terkadang sudah belajar lempeng ee ternyata setelah masuk kelas lupa apa yang dipelajari semalam.
Ketika memperhatikan mereka saya sebagai seorang pemerhati yang pernah menduduki posisi mereka saya tidak banyak bicara juga tidak banyak bertingkah. Saya hanya duduk manis di depan dan ketika ada dari mereka yang mengeluarkan suara-suara entah lewat gerakan atau mulutnya baru saya bertindak. Iyaa paling saya akan melihat jam dan berkata kepada mereka “waktunya masih lama nak, jangan terburu-terburu, kerjakan yang mudah-mudah terlebih dahulu lalu aku akan keliling mengitari bangku-bangku mereka melirik apkah mereka sudah selesai mengerjakan soal-soalnya” dan mereka menjawab *soaalnya susah-susah semua bu…pusing ngerjain dan bla bla bla”.
Seketika saya menjadi diam meringis dan termenung mengingat “mungkin saya dulu juga seperti mereka ketika kesusahan mengerjakan soal ulangan” dan seketika juga saya langsung ingat oleh dosen yang baik kepada kami dulu waktu menjadi mahasiswa. Apa kebaikannya…biarkan kami saja yang tahu dan mengingatnya sebagai kenangan yang indah di bangku mahasiswa. Ternyata sperti ini rasanya menjadi pemerhati anak-anak yang sedang pusing mengerjakan soal-soal ulangan. Iya kini aku sudah merasakan dua posisi yang dulu menjadi objek para pemerhati kini sekarang aku berganti menjadi sesorang yang memerhatikan objek.

DanLesatri, 110518
Tangerang

Say yes to say true

Hendaklah orang selalu menjaga ransangan ucapannya
Hendaklah seseorang mengendalikan ucapannya
Setelah menghentikan perbuatan-perbuatan jahat melalui ucapan
Hendaklah seseorang giat melakukan perbuatan-perbuatan bajik melalui ucapan
(Dhammapada, kodhavagga syair 232)

Sebagai individu yang saling hidup berdampingan antara satu individu dengan individu yang lain manusia pasti akan saling membutuhkan dan saling berhubungan. Maka dari itu Sang Buddha mengatakan hendaknya kita menjaga tiga pintu indera kita yaitu pikiran, ucapan, dan perbuatan agar tidak menciptakan sebuah kondisi yang tidak menyenangkan bagi diri sendiri maupun orang lain. salah satu hal yang setiap hari manusia lakukan adalah berkomunikasi sebagai manusia hidup yang saling bergantungan, saling berhubungan pasti kita akan melakukan sebuah komunikasi. Komunikasi disini tidak hanya mencakup ketika kita saling bertemu dan bertegur sapa namun komunikasi kini di zaman sekarang sudah memilki banyak cakupan yaitu mulai dari komunikasi verbal secara lisan yang saling bertatap muka sampai komunikasi yang nonverbal yaitu melalui via media komunikasi handphone menggunakan aplikasi Whatsapp, BBM, Line, Messenger dan lain sebagainya.
Sebenarnya ketika seseorang sedang berpikir, sadar atau tanpa sadar kita menggunakan bahasa. Uacapan sesungguhnya adalah wujud dari pikiran atau pemikiran-pemikiran kita sehingga batas antara ucapan dan pikiran itu sangat kecil dan halus. Maka dari itu ketika kita berpikir hendaknya kita berpikir hal-hal yang positif, hal-hal yang bermanfaat, hal-hal yang menimbulkan kebahagiaan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. penting kiranya ketika seseorang akan berucap memikirkannya terlebih dahulu apakah kata-kata yang saya ucapkan ini akan membuat diri saya dan orang lain berbahagia atau tidak, untuk meninimalis ucapan-ucapan negatif keluar yang membuat kondisi tidak menyenangkan terjadi.
Sang Buddha mengatakan dalam kitab Dhammapada syair 361 bahwa “sungguh baik mengendalikan perbuatan, sungguh baik mengendalikan ucapan, sungguh baik mengendalikan pikiran, sungguh baik mengendalikan semuanya (indria-indria). Seorang yang dapat mengendalikan semuanya akan bebas dari penderitaan.” Maka dari itu hendaklah seseorang selalu berusaha untuk menjaga rangsangan ucapannya dengan selalu mengendalikan ucapannya. Berikut ini merupakan definisi dari ucapan benar. Sesuai dengan definisi di Saccavibhanga Sutta, Majhima Nikaya. Maka suatu ucapan dikatakan benar apabila memenuhi kriteria berikut:
Ucapan yang menjauhi kebohongan
Menghindari fitnah atau kata-kata untuk memecah belah yang didasari kebencian
Tidak mengandung kata-kata kasar
Tidak melakukan obrolan kosong yang tidak bermanfaat.
Jadi apabila seseorang berucap dan melanggar meskipun hanya salah satu dari kriteria di atas, ucapan tersebut tidak dikategorikan ucapan benar. Berkaitan dengan ucapan benar Sang Buddha mengatakan bahwa “melihat ucapan salah sebagai ucapan salah dan ucapan benar sebagai ucapan benar. Inilah pandangan benar seseorang.” (MN. 117.16). Jadi untuk mengembangkan pandangan benar juga mensyaratkan seseorang harus memahami kebenaran dari ucapan. Untuk mengetahui mana ucapan yang salah dan mana ucapan yang benar seseorang perlu memiliki pandangan benar. Contohnya ketika seseorang berbicara kasar pasti telah tertanam dalam pandangan atau kebiasaan mengatakan katakata kasar. Sebelum berbohong, pastinya pikiran kita juga telah berniat untuk melakukannya. Jadi, pandangan yang buruk dan penuh kebencian dapat terwujud melalui pikiran benci dan ucapan untuk mengadu domba.

Dalam ajaran Buddha pelatihan ucapan benar dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pelatihan secara pasif dan secara aktif. Pelatihan ucapan pasif tersebut dapat dilakukan dengan cara menghindari ucapan bohong/tidak benar, menjauhi ucapan yang memecah belah atau memfitnah, menghindari berkata kasar, dan menghindari obrolan kosong. Sedangkan pelatihan ucapan benar secara aktif dapat dilakukan dengan membiasakan diri berucap apa adanya/jujur, mengucapkan kata-kata yang dapat menimbulkan keharmonisan, berucap dengan kata-kata yang lembut, dan melakukan obrolan yang bermanfaat.
Selain di dalam Anguttara Nikaya Sang Buddha menjelaskan ciri-ciri ucapan baik dan benar tersebut sebagai beriku :
Tepat waktu (sesuai dengan situasi dan kondisi)
Sesuai dengan kebenaran (sesuai dengan kenyataan)
Lembut (tenang, tidak kasar, dan tidak kasar)
Bertujuan (demi kebaikan banyak orang)
Berdasarkan pikiran cinta kasih (menyatukan dan menimbulkan keharmonisan)
Ketika seseorang sudah mengetahui definisi dan ciri-ciri yang berkaitan dengan ucapan benar hendaknya menjaga rangsangan ucapannya dengan mengendalikan ucapannya sehingga yang muncul adalh ucapan-ucpan benar yang bermanfaat yang menimbulkan sebuah kebahagian dan keharmonisan bagi dirinya sendiri maupun orang lain.